Pedoman Penamaan Jurnal Ilmiah dan Pergantian Nama Jurnal Ilmiah

Nama Jurnal (Journal Title) seharusnya menunjukkan keunikan (tidak sama atau tidak mirip dengan nama jurnal lainnya yang sudah terbit) dan terdaftar di ISSN. Nama jurnal di website dan di judul sirahan fulltext PDF artikel harus sesuai dengan yang terdaftar di ISSN, dan tidak boleh disingkat atau dipotong-potong. Nama jurnal tidak boleh sama atau hampir sama dengan jurnal lainnya yang sudah terbit.

Nama jurnal idealnya/seharusnya menunjukkan kesesuaian dengan skop atau bidang ilmu jurnal. Nomor ISSN wajib dicantumkan di halaman website, Cover Nomor Terbitan, dan Fulltext Artikel.

Harus dibedakan antara Journal Title, Initial, dan Journal Abbreviation.

Initial adalah singkatan huruf dari nama jurnal, misalnya “Chemical Engineering Journal” maka initial adalah “CEJ”, “Industrial Engineering Chemistry Research” maka initial adalah “IECR”, dan sebagainya.

Journal Abbreviation merupakan standar penulisan nama jurnal dalam bentuk versi pendek atau singkatannya. Penyingkatan nama jurnal sebagai journal abbreviation ini harus mengikuti standar-standar internasional yang sudah baku. Pada sistem penulisan daftar pustaka (References) model tertentu secara baku menggunakan nama jurnal yang disingkat menggunakan journal abbreviation ini.

Contoh-contoh: “Chemical Engineering Journal” maka journal abbreviationnya adalah “Chem. Eng. J.“, “Industrial Engineering Chemistry Research” maka journal abbreviationnya adalah “Ind. Eng. Chem. Res.“, contoh lain “Indonesian Journal of Chemistry” maka journal abbreviation menjadi “Indonesian J. Chem.” , dan sebagainya.

Beberapa alamat situs yang dapat dijadikan acuan untuk menuliskan Journal Abbreviation adalah:

Bagaimana Jika Jurnal Perlu Berganti Nama Jurnal?

Jika suatu jurnal mengalami pergantian nama jurnal karena suatu sebab, misalnya perubahan dari nama jurnal berbahasa Indonesia menjadi berbahasa Inggris, atau memang mau berganti nama yang lain, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipahami oleh para Pengelola jurnal (disarikan dari beberapa best practice di beberapa publisher ternama), antara lain:

  • Nama jurnal yang baru harus didaftarkan di ISSN dan menggunakan ISSN yang baru dengan nama jurnal yang baru.
  • Volume/Issue Number di nama jurnal baru dapat berlanjut dari Volume/Issue Number nama jurnal lama
  • Tidak menghilangkan/menghapus website yang lama (karena berisi artikel2 Fulltext PDF dengan nama jurnal yang lama, aman dari sisi aspek dokumen hukum).
  • Tidak memindahkan fulltext PDF artikel-artikel dengan nama jurnal yang lama ke website jurnal yang baru dengan nama jurnal yang baru.
  • Tetap menghubungkan website lama pada nama jurnal lama yang sudah “discontinued” (contoh: “Continued as Molecular Catalysis“) ke website yang baru dengan nama jurnal baru (Contoh: “Formerly known as Journal of Molecular Catalysis A: Chemical“), dan di-hyperlink ke URL websitenya.
  • Ketertelusuran dokumen dan website menjadi sangat penting, tanpa menghilangkan lacak pada dokumen artikel yang sudah ada (aspek dokumen hukum).